klik sayangi bumi maka akan disayang langitan

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

(HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat (30) ar rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ (٤١)

surat (5) al maa'idah ayat 32

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ (٣٢)

surat 4 An Nisa' ayat 114

لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ  ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

surat 3 Āli 'Imrān ayat 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

*

klik nasehat

klik emak

*

Senin, 30 April 2018

pramuka

Hymne Pramuka



di sini senang di sana senang



apa guna keluh kesah









Instagram

https://instagram.com/dk_nasional

https://instagram.com/kwarnasgerakanpramuka

https://instagram.com/gerakanpramuka

https://instagram.com/kwarda.jatim

https://instagram.com/dkd_jatim

https://instagram.com/lensahw

https://instagram.com/hizbulwathankwardasby

Twitter

 




















Lihat postingan ini di Instagram
PORO MUKO @salimafillah . Atas berkat rahmat Allah, demikian Sultan Hamengkubuwono IX mengisahkan dalam Takhta untuk Rakyat, beliau selamat dalam misi khusus dari Yogyakarta ke Surabaya jelang pertempuran 10 November 1945. . Tidak banyak yang tahu bahwa kala itu beliau secara incognito meninjau keadaan wilayah Bang Wetan yang sedang genting sambil mengonsolidasi laskar-laskar rakyat dengan TKR yang baru terbentuk. Ketika itu banyak bandit bayaran baik yang bekerja untuk Belanda maupun untuk PKI menyebar untuk membunuh beliau. "Mana yang namanya Dorojatun?", pertanyaan itu sering terdengar di berbagai penghadangan. . Beliau yang diincar selamat, tapi rekan seperjalanan berbeda mobil, Gubernur Jawa Timur, Raden Mas Suryo gugur di Ngawi oleh bandit PKI. . Dalam masa itu, peran para Pandu yang selama ini sangat mengenal Sri Sultan sebagai tokoh panutan mereka sangat besar. Kelak ketika nama 'Pandu' atau 'Pathfinder' diidentikkan oleh Presiden Soekarno sebagai 'kebarat-baratan' dan 'berbau neo imperialisme dan kolonialisme', sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Prijono dicurigai akan memakai nama 'Pemuda Perintis' yang dianggap berbau Komunis, maka Sri Sultan mengusulkan nama jalan tengah, PRAMUKA. . Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan Hamengkubuwono IX dari kata "Poro Muko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Persis yang beliau temui dalam masa Revolusi Fisik 1945-1950 di garis depan perjuangan. . Bahkan Panglima Tentara kebanggaan Indonesia yang memimpin gerilya, Soedirman juga seorang 'Poro Muko. Berani memimpin di garis depan. Latar belakang beliau adalah seorang Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah. . Selamat Ulang Tahun Gerakan Pramuka. Semoga selalu dalam semangat "Satyaku kudarmakan. Darmaku kubaktikan. Agar jaya Indonesiaaa... Indonesia, Tanah Airku. Kami jadi Pandumu!" __________ Foto dari Dimas @ichwanifauzi; Presiden Soekarno shalat diapit oleh dua tokoh Pandu dan Pramuka; Jenderal Soedirman dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Lahumul Fatihah.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Salim A. Fillah (@salimafillah) pada



Tunas Kelapa lambang Pramuka

http://kelaspramuka.blogspot.com/2018/07/lambang-pramuka.html

Sebagimana yang telah ditetapkan pada Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasa 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII pasal 120. Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa, yang bermakna bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya berguna, seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa.penjabaran ini dijelaskan pada SK Kwarnas Nomor 06/KN/72

Bapak Soenardjo Atmodipoerwo atau yang biasa kita kenal dengan Kak Sunardjo Admodipuro adalah seseorang dibalik lambang yang fenomenal ini, selain menjadi Andalan Pramuka beliau juga seorang pegawai di Departemen Pertanian, jadi tidak heran kalau lambang yang dia pilih adalah buah nyiur.  Kak Sunardjo sendiri lahir pada 29 Februari 1909 dan tutup usia pada umur 70 tahun tepatnya tanggal 31 Mei 1979.

Lambang Tunas Kelapa ini pertama kali digunakan pada 14 Agustus 1961 yang lebih tepatnya pada saat Presiden RI menganugerahkan Panji Kepramukaan kepada Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961

Pengetahuan tentang lambang Gerakan Pramuka merupakan salah satu meteri pokok yang harus diketahui tiap anggota Pramuka pada saat penempuhan SKU

Lambang Gerakan Pramuka dapat dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan Nama Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal dan alat administrasi Gerakan Pramuka. Pengunaan ini diharap dapat mengingatkan dan menanamkan sikap yang termaktub dalam makna filosofis  Lambang Gerakan Pramuka itu sendiri.

6 Makna Filosofis Lambang Gerakan Pramuka:

1. Buah kelapa atau nyiur yang dalam keadaan tumbuh disebut cikal. Istilah cikal ini dipilih karena mengkiaskan bahwa setiap anggota Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia

2. Buah kelapa yang tahan lama mengkiaskan bahwa setiap anggota Pramuka merupakan seorang yang kuat, ulet dan besar tekatnya untuk menghadapi segala macam tantangan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran kehidupan.

3. Nyiur dapat hidup dimana saja mengkiaskan Pramuka yang pandai menyesuaikan diri dimanapun dan kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

4. Buah nyiur yang dapat tumbuh tegak, tinggi dan lurus mengkiaskan cita-cita Pramuka yang kuat, mulia, serta teguh dalam pendirian pula

5. Pohon nyiur yang memiliki akar yang kuat mengkiaskan Pramuka memiliki dasar dan landasan yang kuat dengan tekat dan keyakinan untuk mencapai setiap cita-citanya

6. Buah nyiur yang semua bagian tumbuhannya dapat digunakan mengkiaskan setiap anggota Pramuka yang dapat membaktikan diri kepada nusa, bangsa, maupun agama

Tidak ada komentar: