klik sayangi bumi maka akan disayang langitan

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

(HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat (30) ar rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ (٤١)

surat (5) al maa'idah ayat 32

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ (٣٢)

surat 4 An Nisa' ayat 114

لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ  ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

surat 3 Āli 'Imrān ayat 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

*

klik nasehat

klik emak

*
Tampilkan postingan dengan label ustad suparto wijoyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ustad suparto wijoyo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2024

Koruptor Tambang Adalah Teroris Ekologis

surat 33 Al Ahzab ayat 71

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat 61 As Shaff ayat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

surat 61 As Shaff ayat

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

*

editor : dimas ginanjar

Jumat, 5 April 2024 | 10:43 WIB

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*

Jumat, 05 Januari 2024

Meneguhkan Politik Hukum Lingkungan

editor : dimas ginanjar

Rabu, 3 Januari 2024 | 11:42 WIB

klik jawa pos 

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*

Jumat, 04 Agustus 2023

Militer dan Korupsi

surat 33 Al Ahzab ayat 71

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat 61 As Shaff ayat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

surat 61 As Shaff ayat

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

*

Poltak Partogi Nainggolan

Kamis, 3 Agustus 2023 | 19:50 WIB

klik opini jawapos 

AKSI ’’penyerbuan’’ pimpinan Puspom TNI ke KPK pada Jumat, 28 Juli 2023 menimbulkan kehebohan. Padahal, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Kepala Basarnas Marsdya Henri Alfiandi dan Koorsmin Letkol Afri terjadi pada Selasa, 25 Juli 2023, tiga hari sebelumnya, di restoran dekat Mabes TNI, bersama pihak swasta penyuapnya. Kehebohan baru muncul setelah pimpinan Puspom TNI mendatangi KPK dengan seragam lapangan sehingga menarik perhatian awak media.

Aksi orang-orang berseragam itu seperti menyerbu institusi sipil yang tengah mendapat sorotan akibat pemberantasan korupsi di tanah air yang melemah belakangan. Jika kedatangan pimpinan penegak hukum militer tidak menarik perhatian media, publik tidak akan dihebohkan dengan berita OTT yang sudah berlalu, dengan jumlah sitaan uang ’’hanya’’ Rp 999,7 juta. 

Sementara, kasus yang melibatkan petinggi TNI berbintang tiga dengan kerugian negara lebih besar pernah terjadi di Bakamla pada 2016. Apa sesungguhnya yang membuat heboh sehingga Presiden Jokowi ingin merevisi peran TNI di ranah sipil?

Selasa, 01 Agustus 2023

Siapa Bilang Dunia Aman-Aman Saja

surat 33 Al Ahzab ayat 71

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat 61 As Shaff ayat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

surat 61 As Shaff ayat

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

*


Senin, 31 Juli 2023 | 19:45 WIB

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*

Minggu, 24 April 2022

Sudilah Mendengar Suara Bumi

Renungan Hari Bumi 22 April: Sudilah Mendengar Suara Bumi

editor Dhimas Ginanjar

Jumat, 22 April 2022 | 19.48 WIB

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

Bumi makin gelisah. Pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) terus menghantui perjalanan bumi ke depan. Komitmen pemimpin-pemimpin dunia bergerak fluktuatif. 

Kuat di lembaran naskah perjanjian, tetapi lemah pada tingkat implementasi. Akhirnya, kabar buruk datang dari pantai timur Afrika Selatan berupa banjir bandang yang mengenaskan.

Ratusan korban jiwa dan ribuan orang menjadi pengungsi. Pekan lalu Perdana Menteri Provinsi KwaZulu-Natal Sihle Zikalala merilis jumlah korban tewas mencapai 443 orang pada 17 April dan puluhan belum ditemukan. Bencana tersebut memiliki dampak ekonomi dan kehancuran infrastruktur yang besar.

Di Indonesia, menurut BNPB, terjadi 1.175 bencana hidrometeorologi selama periode 1 Januari hingga 3 April 2022. Di antaranya 459 kejadian banjir, 428 bencana akibat cuaca ekstrem, 213 tanah longsor, 58 karhutla, 9 gempa bumi, serta 8 gelombang pasang dan abrasi. 

Bencana itu mengakibatkan 20.962 rumah rusak yang terdiri atas 3.505 rusak berat, 3.919 rusak sedang, dan 13.538 rusak ringan. Peristiwa tersebut menyentak justru pada saat publik global menyongsong setengah abad lebih Hari Bumi, yang diperingati tiap 22 April. Tema yang diambil tahun ini adalah Invest in Our Planet dengan subtema Nature in the Race to Zero.

Terdapat peneguhan untuk mencapai nol emisi gas rumah kaca (GRK) guna menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius. Suatu ”cita dasar” yang dibutuhkan bumi. Hal itu menerawangkan pikiran pada langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertanggal 17 September 2021.

Kehadiran Presiden Jokowi di ajang Major of Economies on Energy and Climate 2021 saat itu secara ekologis amat membanggakan. Ini menjadi penanda bahwa Indonesia turut terpanggil mengatasi kegelisahan masyarakat internasional. Perubahan iklim dan pemanasan global adalah realitas yang mengancam masa depan umat manusia. Agenda virtual yang dimotori Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat itu pun untuk memastikan kenaikan suhu bumi tidak melebihi 1,5 derajat Celsius.

Indonesia lantang menyampaikan komitmennya dalam berkontribusi menghadapi situasi darurat perubahan iklim. Pemerintah RI mencanangkan transformasi menuju energi baru dan terbarukan agar lebih signifikan. Agenda kebijakan ramah lingkungan ditancapkan dengan melakukan akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, peningkatan penggunaan biofuel, dan mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik.

Bahkan, Indonesia mempersiapkan green industrial park seluas 20 ribu hektare di Kaltara, teknologi karbon, energi hidrogen, kawasan industri hijau, dan pasar karbon. Sebuah ambisi yang sangat bermakna dalam takaran penyelamatan lingkungan di masa depan.

Apa yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut –yang langkah konkretnya dimatangkan dalam Konferensi Para Pihak (COP26) 31 Oktober hingga 13 November 2021 di Glasgow– adalah jawaban Indonesia atas potret iklim global. Sejatinya The World Resources Institute (WRI) di kurun 1900–1999 telah melaporkan bahwa negara negara industrilah yang menghasilkan lebih dari 60 persen (%) emisi CO2 dari jumlah 254,8 miliar ton.

AS mengeluarkan emisi CO2 tertinggi di dunia: 30,3% atau sebesar 77,3 miliar ton dari total emisi CO2 yang dikeluarkan seluruh dunia. Rusia adalah penyumbang emisi CO2 kedua terbesar: 22,7 miliar ton yang setara 8,9% dan disusul Jerman 18,6 miliar ton atau 7,3% dari jumlah seluruhnya. Jepang menduduki penyumbang emisi CO2 sebesar 9,4 miliar ton atau 3,7% dari total keluaran CO2 dunia dan Indonesia merupakan ”produsen” emisi CO2: 2,4–2,6%.

Kondisi terbaru telah berubah. Dari data Climate Watch yang dirilis WRI Indonesia (2020), Tiongkok menjadi kontributor emisi GRK terbesar hingga awal 2018. Negeri itu menghasilkan 12.399,6 juta metrik ton karbon dioksida ekuivalen (MtCO2e). Jumlah itu setara 26,1% dari total emisi global.

AS menyusul dengan menyumbang 6.018,2 MtCO2e yang setara dengan 12,7% emisi global. Kemudian, Uni Eropa menyumbang 3.572,6 MtCO2e atau setara 7,52% emisi global. Indonesia ternyata masuk dalam daftar sepuluh negara dengan emisi GRK terbesar di dunia. Tercatat, emisi GRK yang dihasilkan sebesar 965,3 MtCO2e atau setara 2% emisi dunia. Mayoritas emisi GRK Indonesia berasal dari sektor energi.

Konsentrasi emisi GRK yang diperkirakan terus berlipat pada tahun 2030 akan meningkatkan efek suhu bumi. Kecenderungan naiknya emisi GRK menyebabkan kenaikan suhu dalam kisaran 1,3–4,5 menjadi 6 derajat Celsius di akhir abad ke 21. Realitas itu membuktikan bahwa pemanasan global merupakan kenyataan yang mengancam keseimbangan bumi.

Pada titik inilah, meminjam kata-kata Alan Weisman dalam The Word Without Us: bergantung pada sesuatu yang disebut megalinkage. Artinya, dibutuhkan kebijakan penentuan koridor penghubung semua bangsa di mana manusia bakal ”sedia setia” hidup berdampingan bersama alam. Langkah itu tidak dapat dikerjakan tanpa bantuan sejumlah besar manusia, khususnya orang-orang kaya.

Dalam pemanasan global, orang miskin adalah pihak yang paling menderita. Kebiasaan orang kayalah yang paling memperparah pemanasan global sehingga mereka seharusnya memikul tanggung jawab etika paling signifikan. 

Daniel Goleman dalam karya fenomenalnya, Ecological Intelligence, mencatat: satu miliar penduduk negara maju mengonsumsi 32 kali lebih banyak daripada penduduk dunia yang miskin. Itu berarti tidak hanya 32 kali lebih banyak dalam penggunaan sumber daya energi, tetapi juga dalam produksi GRK. Maka, mengatasi iklim dunia butuh kepemimpinan kolektif dan visi ekologis yang kolosal dengan kecerdasan lingkungan (ecological intelligence).

Kita semua dapat ambil bagian, paling tidak sudilah mendengar suara bumi terdekat ini. Saatnya telah tiba. Dunia memanggil kepemimpinan yang ramah lingkungan (green leadership). Stimulus ekonomi, ketertiban hukum, dan industri hijau, mengikuti bahasa Erich Fromm, sesungguhnya adalah pemantik ”revolusi harapan” (revolution of hope) agar manusia ramah pada bumi ini.

Sabtu, 20 Februari 2021

Suparto Wijoyo Fiqih Lingkungan

Banjir-Longsor dan Narasi Fikih Lingkungan

JAWA POS - 

klik OPINI

19 Februari 2021, 19:48:18 WIB

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*




Senin, 11 Januari 2021

Antisipasi Ancaman Ekosida

09 Jan 2021, 03:00 WIB

klik republika 

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

Ini kejahatan lingkungan yang masuk kualifikasi ekosida

Tahun 2020 dicatat dalam tarikh peradaban manusia sebagai tahun pandemi Covid-19, yang secara global mengonstruksi komitmen agar sains dan teknologi tidak tunduk pada pagebluk. Pandemi pada kisahnya melahirkan manusia inovatif yang menyodorkan temuan vaksin Covid-19 sehingga terdapat optimisme publik untuk beranjak bangkit mengarungi 2021. 

Stimulus ekonomi, stabilitas politik, dan kehadiran pemimpin lokal baru produk Pilkada 9 Desember 2020, mengikuti bahasa Erich Fromm (1968), menjadi garansi pemantik “revolusi harapan ke arah renaisans humanisme” pada 2021

Belajar dari kesengsaraan

Pandemi Covid-19 sepanjang 2020 amat menyengsarakan dan memukul telak sendi-sendi khalayak. Resesi ekonomi melanda dunia, yang di Indonesia nestapanya makin kompleks dengan bencana hidrometeorologi  yang direkap BNPB sebanyak 2.939 kejadian.

Rentetan prahara ekologi pada 2020 merupakan produk  kebijakan lingkungan yang telah lama dipancangkan.

Kejadian ini berupa 16 gempa bumi, tujuh erupsi gunung api, 326 karhutla, 29 kekeringan, 1.070 banjir, 575 tanah longsor, 879 puting beliung, dan 36 gelombang pasang. 

Bencana ini menimbulkan korban: 370 meninggal, 39 hilang, 536 luka-luka, 6.441.267 menderita dan mengungsi, 42.758 rumah hancur, dan 1.542 fasilitas umum rusak.

Kelam akibat pandemi Covid-19 pun makin menyekat hati karena dana bansosnya disinyalir mengalir ke arena pilkada sehingga demokrasi kala pandemi tak menumbuhkan empati para petinggi. Pergerakan kasus positif Covid-19 mutlak diwaspadai dan membutuhkan solusi ilmu yang multidisiplin.

Berbagai program mengatasi korona melalui corona protocol merupakan kontribusi rumpun hukum dengan ragam figurnya: surat edaran atau keputusan presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, kepala desa, rektor, termasuk kepala sekolah. Inilah momentum yang hendaknya menyadarkan kaum yuris yang selama ini “monodisiplin”  bersedia menoleh ke ruang multidisiplin.

Para ekonom lazim menyebut homo economicus dan perspektif antropologis mengenai fungsi hukum model Alain Supiot (2007) memperkenalkan istilah homo juridicus atau manusia sebagai makhluk hukum.

Dalam lingkup ini, penulis memaknai Covid-19 mampu menciptakan transformasi legislasi multidisiplin dari para pemimpin dunia. Opsi WHO dengan riset vaksin dan penetapan lockdown adalah peristiwa sains, medis, teknis, sekaligus yuridis-politis.

Pada telisik inilah dirajut “jahitan regulasi” untuk mengatasi Covid-19 dalam atribut coronavirus juridicus (dengan harapan pendidikan tinggi hukum makin inovatif-solutif).

Mengantisipasi ekosida

Rentetan prahara ekologi pada 2020 merupakan produk  kebijakan lingkungan yang telah lama dipancangkan. Selama ini kita berbuat destruktif terhadap hutan, bentang alam, pekarangan, sawah ladang, sungai, dan lautan yang membentang. 

Berpuluh tahun, kawasan lindung  dipaksa bunuh diri ekologi (ecological suicide) dengan konversi lahan tanpa kendali. Hutan-hutan digerus, diubah menjadi area pergudangan, kawasan industri tanpa konservasi, maupun properti yang nirekologi.

Penjungkirbalikan pemanfaatan ruang dipertontonkan dengan vulgar di mana-mana. World Resources Institute (2020) merekam data dari University of Maryland bahwa daerah tropis kehilangan 11,9 juta hektare tutupan pohon pada 2019.

World Resources Institute (2020) merekam data dari University of Maryland bahwa daerah tropis kehilangan 11,9 juta hektare tutupan pohon pada 2019.

Hampir sepertiga kehilangan tersebut, yaitu 3,8 juta hektare, terjadi di hutan primer tropis basah yang penting bagi keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon. Ini setara kehilangan hutan primer seluas lapangan sepak bola setiap enam detik sepanjang tahun.

Realitas itu semakin perih dengan niatan memberi karpet merah kepada investor melalui rekayasa hukum. Investasi tak haram, asal bervisi ekologi dengan menaati instrumen lingkungan.

Deforestasi melalui skema pengalihfungsian lahan demi menggenjot pertumbuhan ekonomi tetapi abai pada aspek ekologi adalah “babak penyisihan” menuju “pembunuhan ekosistem”. Ini kejahatan lingkungan yang masuk kualifikasi ekosida (ecocide).

Terminologi yang diperkenalkan Raphael Lemkin, yuris Polandia yang mengistilahkan ekosida sebagai istilah hukum dengan kategori kejahatan sangat luar biasa. Kejahatan terhadap lingkungan, yaitu pemusnahan lingkungan hidup (ecocide), sangat erat dengan kejahatan genocide, culture genocide, dan ethnocide (M Ridha Saleh, 2020).

Merehabilitasi, mereboisasi, dan mengonservasi kembali setiap teritori dengan membangun hutan kota dan hutan desa adalah kebijakan praktis yang mudah direalisasi.

Tidakkah bencana selama ini memberikan pelajaran yang keras? Mengikuti saran Jared Diamond melalui karyanya, Collapse (2014): siapa pun, perorangan, badan usaha, dan negara dapat menemukan cara mencegah peradaban ambruk karena dunia tak kuat menanggungnya.

Bukankah ini ajakan terbaik mengembalikan bumi ke posisi keseimbangan ekologis?

Rakyat berharap kehidupan tenteram pada 2021 dan itu dimulai dari sekarang. Peter Senge dan kawan-kawannya mengungkapkan dalam The Necessary Revolution: “… the future is now” dan kita menyadarinya dengan sungguh-sungguh. 

Kamis, 17 September 2020

Fenomena Gila

 GMT or UTC



Mecca


Surabaya


klik qibla finder

”Fenomena Gila” dan Sabda Rangga Warsita

16 September 2020, 19:48:16 WIB

klik Jawa Pos Halaman 4 Kolom Opini

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*


”AUTOSKEPTIS” atas Kasus Ali Jaber adalah judul Jati Diri harian Jawa Pos Selasa (15/9), yang saya niscayakan menyentak kesadaran keadilan setiap warga yang merasa bahwa republik ini negara hukum (rechtsstaat). 

Jumat, 02 Agustus 2019

Global Warming, Kekeringan, dan Nagara Kertagama

30 Juli 2019, 17:30:55 WIB

*) Akademisi lingkungan hidup fakultas hukum, koordinator Magister Sains Hukum & Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga

Editor : Dhimas Ginanjar

klik Jawa Pos

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*

Apanikang pura len swawisaya kadi singha lawan gahana.

Yan rusakang thani milwangakurangupajiwa tikang nagara.

Yan taya bhrtya katon waya nika para nusa tekang reweka.

Hetu nikan padha raksanapageha kalih phalaning mawuwus.

(Pupuh 350 Kakawin Desa Warnnana karya Mpu Prapanca).

Rabu, 01 Mei 2019

Menjadikan Desa Road Map Bencana

23 November 2016, 05:18:00 WIB

klik Jawa Pos

klik scholar

klik ad scientific index 

klik scopus 

klik sinta 

*) Suparto Wijoyo, Akademisi Hukum Lingkungan & Wadir III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan SDA MUI Jatim.

*

SALAM LESTARI - SALAM KONSERVASI.

SAYANGI BUMI MAKA AKAN DI SAYANG LANGITAN.


*

surat 17 Al-Isrā ayat 15

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.

surat 28 Al Qaṣaṣ ayat 59

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya dalam keadaan zalim.

*

Apanikang pura len swawisaya kadi singha lawan gahana

Yan rusakang thani milwangakurangupajiwa tikang nagara

Yan taya bhrtya katon waya nika para nusa tekang reweka

Hetu nikan padha raksanapageha kalih phalaning mawuwus

(Pupuh 350 Kakawin Nagara Krtagama, Empu Tantular, 1365)