klik sayangi bumi maka akan disayang langitan

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

(HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat (30) ar rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ (٤١)

surat (5) al maa'idah ayat 32

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ (٣٢)

surat 4 An Nisa' ayat 114

لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ  ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

surat 3 Āli 'Imrān ayat 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

*

klik nasehat

klik emak

*

Selasa, 13 November 2018

filosofi coklat

klik sertifikasi makanan dan minuman

klik lembaga sertifikasi pangan organik


1. kampung coklat blitar



Jl. Banteng - Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kademangan, Blitar,  66161
klik kampung coklat

Phone:

Reservasi Edukasi / Acara : 0822-2056-7818

Belanja Online : 0822-2777-4838

Sejarah Kampung Coklat

Flu Burung

Berawal saat peternakan ayam petelur milik Bapak Kholid Mustofa (Pimpinan Kampung Coklat) mengalami kerugian besar akibat terjangkit virus Flu Burung pada tahun 2004.

Inspirasi Kebun Kakao

Kebun seluas 750m2 milik keluarga yang sudah ditanami Kakao sejak tahun 2000 menjadi inspirasi awal. Ketiadaan pekerjaan dan tuntutan ekonomi mengantar Bapak Kholid Mustofa lebih fokus di kebun kakau tersebut.

Kakao Rp. 9.000,-/KG

HAsil panen Kakao pertama dijual ke Sumberpucung dengan harga Rp. 9.000,- / KG. Harga tersebut menjadi motivasi, beliau berfikir; “Yang tidak dirawat saja bisa laku segitu apalagi jika dirawat”, Akhirnya beliau memutuskan untuk mendalami budidaya kakao dengan magang di PTPN XII Blitar dan Puslit Kota Jember.

Gapoktan Guyub Santoso

Setelah mengikuti magang di PTPN XII Blitar dan Puslit Kota Jember, akhirnya beliau menekuni budidaya kakao dengan mengajak beberapa rekan yang kemudian membentuk Gapoktan Guyub Santoso.

Gapoktan Guyub Santoso berdiri sejak 1 Januari 2005. Pada perkembangannya Gapoktan Guyub Santoso membentuk badan hukum UD, CV dan KSU yang kesemuanya bernama Guyub Santoso dan bergerak di bidang pemasaran biji Kakao baik di pasar regional, nasional maupun ekspor.

Olahan

Gapoktan Guyub Santoso melakukan pengembangan dengan memulai memproduksi olahan coklat sejak tahun 2013. Coklat dengan cita rasa original ber-merk GuSant menjadi produk unggulan Guyub Santoso.



2. kampung coklat mojokerto



kampung coklat majapahit Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto

Jl. Sudirman No.2, Jlaget, Randugenengan, Dlanggu, Mojokerto, 61371,

telp : 0321-521-466

reservasi : 0857-4845-5600

klik wisata desa mojokerto

klik suara mojokerto

Masyarakat Mojokerto sekarang patut berbangga karena sudah memiliki destinasi wisata kampung cokelat, yang diberi nama Kampung Cokelat Majapahit. Lokasi wisata yang terbilang baru ini berada dalam satu kawasan di Wisata Desa BMJ, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, munculnya kampung cokelat di Mojokerto ini berawal sejak enam tahun lalu ketika para petani selalu merugi saat menanam tebu dan tembakau.

Dari situlah muncul ide yang digagas Mulyono, pemilik pabrik sekaligus Kampung Cokelat Majapahit yang mengajak petani menanam kakao untuk menghasilkan cokelat dan diolah sendiri.

“Sekarang ada 1.337 petani yang menanam kakao, mereka tergabung dalam 20 kelompok tani dengan lahan kakao mencapai 450 hektare. Hasilnya, kita ambil untuk dioleh di pabrik coklat mandiri,” ungkapnya.

Berkah kegigihannya memberikan motivasi kepada petani di daerahnya, Mulyono mampu mendirikan wisata baru atau agro wisata, yakni Kampung Cokelat Majapahit. Pengunjung tak hanya bisa menikmati olahan coklat segar, namun juga bisa menyaksikan proses produksi coklat dengan berbagai varian yang siap makan.

“Ada 35 jenis olahan cokelat yang dibuat di pabrik kami, meski perusahaannya kecil, tapi rasanya bisa disandingkan dengan cokelat impor, karena bahan bakunya menggunakan kakao jenis unggul,” terangnya.

Mulyono juga mengatakan, dalam satu bulan petani cokelat binaannya mampu menghasilkan 34 ton buah kakao kupas yang akan diolah menjadi berbagai varian produk termasuk berupa serbuk cokelat. “Harapannya, dengan adanya Kampung Cokelat Majapahit, dan pabrik cokelat ini bisa meningkatkan ekonomi para petani dan masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara dari pantauan suaramojokerto.com, hampir tiap hari Kampung Cokelat Majapahit yang ada di kawasan di Wisata Desa BMJ, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto selalu ramai pengunjung, khususnya pada akhir pekan dan hari libur.(sma)






Tidak ada komentar: