klik sayangi bumi maka akan disayang langitan

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

(HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

surat (30) ar rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ (٤١)

surat (5) al maa'idah ayat 32

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ (٣٢)

surat 4 An Nisa' ayat 114

لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ  ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

surat 3 Āli 'Imrān ayat 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

*

klik nasehat

klik emak

*

Jumat, 01 Mei 2020

Netflix Movie Review - American Factory



membeli produk2 asli buatan Indonesia, berarti menyediakan sandang pangan papan kesehatan pendidikan dan pekerjaan bagi ratusan juta penduduk Indonesia.

klik https://www.netflix.com/title/81090071

klik https://youtu.be/vB-v3P2BJvQ

klik https://youtu.be/m36QeKOJ2Fc

klik https://youtu.be/NRS0YDUf-Yc


*

klik Oscar

klik https://youtu.be/RF4ytC3-M3g

klik https://youtu.be/jFp2D5rtifk

klik https://youtu.be/1NT6TDVKCNY


*

cgtn

klik https://youtu.be/nWGobxJ0ADk

klik https://youtu.be/5Z6LJ-KLCAo

klik https://youtu.be/qnex8Og6FzQ

klik imdb

klik rotten tomatoes

klik metacritic

*

review

klik voa

“American Factory”, Debut Hollywood Pasangan Obama

Reuters 23/08/2019

Presiden ke-44 Amerika Serikat dan istrinya, Barack dan Michelle Obama, membuat debut film Hollywood, Rabu (21/8/2019). Keduanya ikut dalam produksi film dokumenter dengan latar industri Ohio. Para pengulas film menyebut film itu menarik dan dirilis pada waktu yang tepat, kantor berita Reuters melaporkan.

“American Factory” menceritakan apa yang terjadi saat sebuah perusahaan China mengambil alih sebuah pabrik General Motors yang sudah tidak tidak beroperasi. Film ini menjadi produk pertama kolaborasi antara Netflix dengan Higher Ground, sebuah perusahaan produksi yang baru dibentuk sang mantan presiden dan ibu negara tahun lalu. Kolaborasi itu akan berjalan selama beberapa

“Cerita yang bagus memberi Anda kesempatan untuk memahami lebih baik kehidupan orang lain. Itu akan membantu Anda mencari kesamaan. Itu sebabnya saya dan Michelle tertarik dengan film pertama Higher Ground,” ucap Obama dalam cuitannya di Twitter, Rabu (21/8) lalu.

Dokumenter tersebut menelusuri kehidupan ribuan karyawan yang diberhentikan dari pekerjaan di pabrik automotive di Moraine, negara bagian Ohio, AS, pada masa resesi 2008. Enam tahun kemudian, beberapa dari mereka direkrut oleh perusahaan China, Fuyao Glass America, untuk memproduksi kaca automotive di pabrik yang sama.

The Washington Post menyebut “American Factory”, yang mulai tayang di Netflix sejak Rabu (21/8), sebagai “wahanan yang sempurna untuk misi (Higher Ground) mengangkat cerita dari kelompok yang kurang terwakili.”

“Kami ingin masyarakat untuk dapat keluar dari diri masing-masing, mengalami, dan memahami kehidupan orang lain,” tutur Obama kepada sineas Julia Reichert dan Steven Bognar dalam sebuah video promosi yang dirilis Netflix.

Michelle Obama mengaku kepada para sineas bahwa Ia sangat terkesan dengan adegan pembuka yang memperlihatkan para pekerja di lantai pabrik.

“Itu adalah latar belakang saya, itu adalah ayah saya,” katanya.

“Satu dari banyak hal yang saya suka dari film ini adalah Anda mempersilakan orang-orang untuk menceritakan dirinya.”

"American Factory" tidak datang dari sebuah perspektif; bukan sebuah tajuk rencana.”

The Los Angeles Times menyebut dokumenter tersebut “menarik,” dan situs budaya populer Vox.com mengatakan bahwa film tersebut merupakan “cuplikan menarik untuk mendalami tantangan globalisasi.” Diketahui, film tersebut mendapatkan 97 persen tingkat persetujuan pada agregator ulasan Rotten Tomatoes.

Di bawah kesepakatan dengan Netflix, Higher Ground akan memproduksi, mengkurasi, dan memperoleh konten untuk didistribusi pada layanan streaming tersebut. Nilai transaksi sendiri masih belum diketahui.

Dikabarkan, rencana mendatang akan menyertakan sebuah adaptasi dari buku pemenang Penghargaan Pulitzer “Frederick Douglass: Prophet of Freedom”. 

Buku tersebut ditulis oleh David W. Blight dan membahas gerakan penghapusan perbudakan, sebuah drama periode dengan latar dunia busana, serta sebuah seri mengenai kebiasaan makan sehat untuk anak-anak pra-sekolah. [ga/ft]

*

Review American Factory: Menyoroti Efek Globalisasi Lewat Film Dokumenter Terbaik Oscar 2020!

Feraldi

Dipublikasikan 13.40, 12/02

klik line

Eh, emang ada apa sih yang rame?

You’re right, it was the 2020 Oscars!

Ajang Academy Awards ke-92 atau Oscar 2020 yang digelar Minggu, 9 Februari 2020 kemarin bener-bener heboh karena sukses mencatatkan sejarah baru, lho. Yang paling rame dibicarakan jelas film Parasite besutan Bong Joon Ho yang berhasil menyabet empat piala Oscar. Achievement ini terbilang spesial karena Parasite adalah film dengan bahasa non-Inggris pertama yang berhasil menang di kategori Best Picture.

Tapi ngga cuma itu aja. Ajang Oscar juga mengapresiasi berbagai jenis karya film lain, salah satunya kategori Film Dokumenter Terbaik. Tahun ini, kategori Film Dokumenter Terbaik dimenangkan oleh film American Factory.

Wait, gue belum pernah denger tentang filmnya, nih. 

Buat kamu yang belum pernah nonton atau bahkan baru tahu soal film ini, jangan khawatir. Film American Factory adalah film dokumenter yang jadi debut Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama di industri perfilman. Yep, di film ini mereka turut andil jadi produser bersama perusahaannya, Higher Ground Production. 

American Factory berawal dari diberhentikannya para pekerja General Motors, pabrik otomotif di Ohio, Amerika Serikat, yang tutup di tahun 2008. Selang beberapa tahun, sebagian dari pekerja yang kena PHK ini direkrut perusahaan kaca otomotif asal Tiongkok, Fuyao Glass America, yang menempati pabrik yang awalnya dimiliki oleh General Motors. Nah, berdirinya Fuyao Glass America di negeri Paman Sam ini jadi bagian penting dalam American Factory.

Kok bisa?

Bisa, dong. Berdirinya Fuyao Glass America bikin karyawan asal Amerika Serikat dan Tiongkok ditempatin dalam satu divisi yang sama, padahal keduanya punya kultur kerja dan cara pikir yang bertolak belakang. Bisa dibilang, mereka itu kayak air dan api, deh!  

Dari sinilah kita bakal dilihatin gimana kedua polar opposite ini saling berbenturan dan nimbulin berbagai reaksi yang beda di mata para karyawan. Menariknya, beragam cerita dan dampak yang mereka rasakan ngga bikin film ini jadi terkesan memihak kelompok tertentu. Sutradara film Julia Reichert dan Steven Bognar berhasil ngasih ruang yang seimbang bagi berbagai lapisan dan kelompok buat menyuarakan apa yang mereka rasakan. 

Emang apa aja beda antara kultur kerja Tiongkok dan Amerika Serikat? 

Ada banyak cerita dan isu yang di-highlight sepanjang film, mulai dari perbedaan cara kerja, kurangnya perhatian terhadap keamanan dan keselamatan kerja, sulitnya komunikasi akibat kendala bahasa, sampe isu-isu politik dan HAM kayak serikat pekerja.

Perbedaan kultur antara Tiongkok dan AS yang kontras jadi salah satu bukti nyata kalau globalisasi sangat mungkin mempertemukan dua kultur yang beda di banyak setting, khususnya dalam industri kerja. Dampak dari polarisasi ini ditunjukkin lewat berbagai peristiwa dan penuturan karyawan, contohnya reaksi salah satu karyawan asal AS yang nganggap orang Tiongkok gila kerja karena ngga mementingkan hari libur dan pemenuhan hak-hak karyawan lainnya. Sebaliknya, karyawan asal Tiongkok melihat rekan pekerja dari AS sebagai pemalas yang ngga punya etos kerja tinggi dan bisanya cuma nuntut.

Duh, emang ngga bikin pusing ya filmnya?

Surprisingly, no! Meskipun secara garis besar film ini membawa isu dan tema yang terkesan berat dan bikin pusing, kita bakalan tetap bisa menikmati film ini. Cara bercerita yang natural dan ngga kaku bikin kita serasa diajak ngobrol santai. Beberapa interview juga menceritakan sisi humanis dari mereka, yang bikin kita merasa dekat dan bisa relate dengan apa yang mereka rasakan.

Kombinasi antara rekaman interview dan peristiwa-peristiwa yang terjadi punya bobot seimbang dan saling mengisi satu sama lain. Jangan lupakan juga music scoring yang berhasil jadi pengiring setiap kejadian dengan apik.

Well, American Factory pada akhirnya emang layak mendapat predikat film dokumenter terbaik Oscar 2020. Menyuarakan isu dan peristiwa penting dengan cara yang mudah diterima jadi salah satu alasan kuat di baliknya. Buat kamu yang pengen tahu gambaran nyata dari efek globalisasi, film ini cocok buat jadi rujukan. Tenang, kamu bisa tonton film ini lewan layanan streaming Netflix.


Tidak ada komentar: